PERPUSTAKAAN LAB
Mulai dari rasa ingin tahu.
Temukan materi terbaru atau filter berdasarkan topik dan level. Materi baru ditandai agar perubahan terbaru mudah ditemukan.
Mengelola log aplikasi dengan logrotate: rotasi, kompresi, dan verifikasi aman
Bangun kebijakan logrotate yang terukur, uji tanpa menyentuh konfigurasi sistem, pahami state file serta mekanisme reopen, lalu diagnosis log yang gagal berotasi.
Memahami permission Linux: rwx, chmod, dan chown tanpa asal memakai 777
Pelajari cara membaca permission file dan direktori, mengubahnya secara terkontrol dengan chmod, memahami ownership, serta mendiagnosis Permission denied tanpa membuka akses berlebihan.
Investigasi perubahan AWS Security Group dengan CloudTrail dan AWS CLI
Telusuri siapa yang menambah, mengubah, atau menghapus rule Security Group dengan CloudTrail Event History, AWS CLI, dan jq tanpa langsung melakukan rollback.
Verifikasi integritas file dengan SHA-256 di Linux
Hitung dan bandingkan checksum SHA-256 untuk memastikan file unduhan tidak berubah, membaca hasil OK atau FAILED, dan menilai apakah sumber checksum dapat dipercaya.
Membuat retry aman di Bash dan curl: timeout, backoff, dan Retry-After
Bangun retry untuk request HTTP yang membedakan error sementara dari error permanen, menghormati Retry-After, membatasi waktu tunggu, dan menghindari duplikasi operasi.
Membaca log service Linux dengan systemctl dan journalctl
Telusuri service Linux yang gagal atau tidak stabil dengan memeriksa state, exit status, time window, priority, dan field journal tanpa langsung melakukan restart.
Troubleshooting koneksi TCP intermittent di Linux dengan curl, ss, dan tcpdump
Korelasikan waktu koneksi aplikasi, state socket, counter TCP, dan packet capture terbatas untuk membedakan timeout handshake, reset, retransmission, serta respons aplikasi yang lambat.
Membuat health check website sederhana dengan Bash dan curl
Bangun script health check yang mencatat HTTP status, waktu respons, URL akhir, dan curl exit code agar kegagalan DNS, koneksi, TLS, timeout, dan aplikasi tidak tercampur.
Troubleshooting log yang tidak muncul di SIEM: dari sender sampai indexing
Telusuri event yang hilang secara end-to-end dengan marker unik, journal lokal, status forwarder, packet capture, listener collector, parsing, dan time range.
Troubleshooting DNSSEC SERVFAIL: cek DS, DNSKEY, RRSIG, dan chain of trust dengan dig
Telusuri SERVFAIL akibat DNSSEC secara step-by-step dengan membandingkan resolver validating, query +cd, delegasi NS, DS di parent, DNSKEY di authoritative, RRSIG, dan flag AD.
HSTS di Cloudflare: rollout aman tanpa mengunci subdomain
Aktifkan HSTS secara bertahap dengan memahami max-age, includeSubDomains, preload, dan cara memverifikasi header sebelum membuat kebijakan sulit dibatalkan.
Cloudflare Error 522 vs 523: membedakan timeout dan origin unreachable
Bedakan 522 connection timed out dari 523 origin unreachable dengan alur bukti DNS, TCP, firewall, dan routing agar investigasi tidak salah arah.
Cara membaca status HTTP 200, 301, 302, 404, dan 500 dengan curl
Gunakan curl untuk membedakan respons sukses, redirect, halaman tidak ditemukan, dan error server tanpa bergantung pada browser.
Memahami TTL DNS dan kenapa perubahan record belum langsung terlihat
Pelajari bagaimana TTL memengaruhi cache resolver dan mengapa jawaban DNS lama dapat bertahan setelah record diperbarui.
Troubleshooting TLS certificate dengan OpenSSL: hostname, expiry, dan certificate chain
Periksa sertifikat yang benar-benar dipresentasikan server, masa berlaku, SAN, issuer, dan chain menggunakan OpenSSL.
Memahami ip route get, ping, traceroute, dan kapan masing-masing digunakan
Pilih command yang tepat untuk membedakan masalah rute lokal, reachability, dan jalur hop tanpa menganggap satu tool membuktikan semuanya.
Cloudflare Cache: memahami HIT, MISS, DYNAMIC, dan BYPASS dari response header
Baca CF-Cache-Status untuk mengetahui apakah resource berasal dari cache, origin, atau tidak memenuhi syarat cache.
Troubleshooting Cloudflare Error 522: mencari masalah antara Cloudflare dan origin
Pisahkan masalah DNS, firewall, TCP, kapasitas origin, dan timeout ketika Cloudflare tidak mendapatkan respons origin tepat waktu.
Cloudflare WAF Tuning: Managed Rules, false positive, dan exception yang aman
Kurangi false positive dengan scope exception yang sempit, verifikasi rule ID, dan perubahan bertahap tanpa mematikan managed protection secara luas.
AWS Security Group vs NACL: apa bedanya dan kapan digunakan?
Bedakan kontrol stateful di resource dengan guardrail stateless di subnet agar rule jaringan AWS tidak saling membingungkan.
Troubleshooting MTU dan packet fragmentation dengan ping dan tracepath
Kenali gejala Path MTU bermasalah dan uji ukuran paket secara bertahap tanpa langsung mengubah MTU interface.
Cloudflare Rate Limiting: cara menentukan threshold tanpa memblokir user normal
Gunakan baseline traffic, endpoint scope, counting characteristics, dan rollout bertahap untuk merancang rate limit yang defensif.
Mengenal Syslog: TCP vs UDP dan bagaimana log dikirim ke SIEM
Pahami perbedaan transport TCP dan UDP untuk syslog, lalu lakukan pengujian sederhana tanpa menganggap pengiriman sama dengan ingestion.
Mengambil data Cloudflare melalui API dengan Bash dan curl
Gunakan API token melalui environment variable, panggil API v4 dengan curl, dan validasi respons tanpa menaruh secret di source code.
Hardening origin server di belakang Cloudflare: origin IP, TLS, dan access control
Kurangi jalur bypass ke origin dengan Full (strict), pembatasan source, dan Authenticated Origin Pulls sesuai kemampuan hosting.
Mendesain arsitektur secure web application: Cloudflare, WAF, origin, logging, dan SIEM
Susun kontrol edge, origin, identity, dan observability sebagai satu alur pertahanan yang dapat diverifikasi, bukan kumpulan fitur terpisah.
Membaca respons HTTP dan redirect dengan curl
Baca status, header, redirect chain, dan error koneksi dengan curl agar Anda tahu apakah masalah berada pada HTTP, TLS, DNS, atau aplikasi.
Dari nama domain ke alamat IP
Pelajari alur resolver DNS, status jawaban, TTL, dan cara membandingkan hasil agar troubleshooting tidak berhenti pada sekadar melihat IP.
Diagnosis koneksi Linux, langkah demi langkah
Periksa interface, alamat, route, DNS, dan HTTPS secara berurutan agar sumber gangguan jaringan dapat dipersempit tanpa menebak.
Proxied atau DNS only: apa bedanya?
Pahami jalur traffic Cloudflare, perubahan jawaban DNS, header edge, dan dampaknya pada troubleshooting sebelum mengubah status proxy.
Memahami record A, AAAA, dan CNAME dengan dig
Bedakan IPv4, IPv6, dan alias hostname lalu ikuti rantai resolusi agar Anda tidak salah membaca record saat troubleshooting.
DNS Cloudflare: resolver vs authoritative server
Bandingkan cache recursive resolver, authoritative nameserver, TTL, dan delegasi agar perubahan DNS yang belum terlihat tidak langsung dianggap gagal.
Belum ada materi untuk kombinasi filter ini. Coba pilih topik atau level lain.