Masalah
Saat record Cloudflare berstatus Proxied, hasil query DNS dapat berbeda dari IP origin. Perbedaan ini sering disalahartikan sebagai salah DNS, padahal justru menunjukkan request web diarahkan melalui edge Cloudflare.
Pahami jalur traffic Cloudflare, perubahan jawaban DNS, header edge, dan dampaknya pada troubleshooting sebelum mengubah status proxy.
Membedakan fungsi DNS only dan Proxied serta memverifikasi jalur HTTP/HTTPS dengan bukti dari DNS dan response header.
PersiapanAkses baca DNS Cloudflare untuk domain milik sendiri dan terminal dengan dig/curl. Jangan mengubah status proxy produksi hanya untuk eksperimen.
Saat record Cloudflare berstatus Proxied, hasil query DNS dapat berbeda dari IP origin. Perbedaan ini sering disalahartikan sebagai salah DNS, padahal justru menunjukkan request web diarahkan melalui edge Cloudflare.
Pada record Proxied yang didukung, DNS mengembalikan alamat anycast Cloudflare. Request HTTP/HTTPS menuju edge Cloudflare terlebih dahulu, sehingga fitur seperti WAF, caching, rate limiting, dan DDoS protection dapat berada di jalur request.
Pada DNS only, Cloudflare tetap menjawab DNS tetapi traffic aplikasi menuju target record secara langsung. Fitur reverse proxy Cloudflare tidak berada pada jalur tersebut. Karena itu, mengganti Proxied menjadi DNS only bukan sekadar perubahan tampilan DNS—jalur keamanan dan performa juga berubah.
Catat type record, target, dan proxy status di dashboard. Lalu query hostname dari terminal. Pada Proxied, alamat yang terlihat publik biasanya milik Cloudflare; pada DNS only, resolver dapat melihat target origin secara langsung.
dig example.com A
dig example.com AAAAGunakan curl untuk melihat status dan header. Header seperti Server: cloudflare atau CF-RAY dapat menjadi indikasi request melewati Cloudflare, tetapi jangan bergantung pada satu header saja karena header dapat berubah atau dimodifikasi. Cocokkan selalu dengan status proxy di DNS.
curl --connect-timeout 5 --max-time 15 -I https://example.comTidak semua protocol atau port mengikuti reverse proxy HTTP/HTTPS standar. Hostname untuk mail, FTP, panel tertentu, atau service non-web sering membutuhkan desain berbeda dan biasanya tidak boleh diproxy hanya karena hostname berada di zone yang sama. Periksa dukungan protocol/port Cloudflare sebelum mengaktifkan proxy.
Jika hostname Proxied mengalami error 52x, diagnosis mencakup jalur Cloudflare-to-origin. Jika hostname DNS only gagal, Cloudflare reverse proxy tidak berada di jalur web sehingga fokus awal bergeser ke origin, DNS target, routing, atau firewall langsung.
Jangan mematikan proxy hanya untuk melihat origin saat troubleshooting produksi tanpa memahami risiko exposure. Jangan menganggap IP Cloudflare sebagai origin. Jangan mem-proxy hostname email atau service lain tanpa memastikan dukungan. Dokumentasikan status sebelum perubahan agar rollback jelas.
Pastikan record, target, proxy status, jawaban A/AAAA, response HTTPS, dan kebutuhan protocol konsisten. Jika melakukan perubahan pada lab, uji DNS serta HTTP/HTTPS sebelum dan sesudah lalu kembalikan konfigurasi sesuai desain.
Proxied dan DNS only menentukan jalur traffic, bukan hanya cara nama domain di-resolve. Memahami jalur ini mencegah troubleshooting salah arah dan membantu menjaga origin tidak terekspos tanpa sengaja.