← Semua materi
TroubleshootingCloudflarePemula

Proxied atau DNS only: apa bedanya?

Pahami jalur traffic Cloudflare, perubahan jawaban DNS, header edge, dan dampaknya pada troubleshooting sebelum mengubah status proxy.

Tujuan latihan

Membedakan fungsi DNS only dan Proxied serta memverifikasi jalur HTTP/HTTPS dengan bukti dari DNS dan response header.

Persiapan

Akses baca DNS Cloudflare untuk domain milik sendiri dan terminal dengan dig/curl. Jangan mengubah status proxy produksi hanya untuk eksperimen.

Client
Cloudflare DNS
Cloudflare edge
Origin

Masalah

Saat record Cloudflare berstatus Proxied, hasil query DNS dapat berbeda dari IP origin. Perbedaan ini sering disalahartikan sebagai salah DNS, padahal justru menunjukkan request web diarahkan melalui edge Cloudflare.

1. Pahami jalur Proxied

Pada record Proxied yang didukung, DNS mengembalikan alamat anycast Cloudflare. Request HTTP/HTTPS menuju edge Cloudflare terlebih dahulu, sehingga fitur seperti WAF, caching, rate limiting, dan DDoS protection dapat berada di jalur request.

2. Pahami jalur DNS only

Pada DNS only, Cloudflare tetap menjawab DNS tetapi traffic aplikasi menuju target record secara langsung. Fitur reverse proxy Cloudflare tidak berada pada jalur tersebut. Karena itu, mengganti Proxied menjadi DNS only bukan sekadar perubahan tampilan DNS—jalur keamanan dan performa juga berubah.

3. Bandingkan dashboard dengan jawaban DNS

Catat type record, target, dan proxy status di dashboard. Lalu query hostname dari terminal. Pada Proxied, alamat yang terlihat publik biasanya milik Cloudflare; pada DNS only, resolver dapat melihat target origin secara langsung.

dig example.com A
dig example.com AAAA

4. Verifikasi response HTTP/HTTPS

Gunakan curl untuk melihat status dan header. Header seperti Server: cloudflare atau CF-RAY dapat menjadi indikasi request melewati Cloudflare, tetapi jangan bergantung pada satu header saja karena header dapat berubah atau dimodifikasi. Cocokkan selalu dengan status proxy di DNS.

curl --connect-timeout 5 --max-time 15 -I https://example.com

5. Jangan proxy service yang tidak sesuai

Tidak semua protocol atau port mengikuti reverse proxy HTTP/HTTPS standar. Hostname untuk mail, FTP, panel tertentu, atau service non-web sering membutuhkan desain berbeda dan biasanya tidak boleh diproxy hanya karena hostname berada di zone yang sama. Periksa dukungan protocol/port Cloudflare sebelum mengaktifkan proxy.

6. Gunakan status proxy untuk mempersempit error

Jika hostname Proxied mengalami error 52x, diagnosis mencakup jalur Cloudflare-to-origin. Jika hostname DNS only gagal, Cloudflare reverse proxy tidak berada di jalur web sehingga fokus awal bergeser ke origin, DNS target, routing, atau firewall langsung.

Kesalahan umum

Jangan mematikan proxy hanya untuk melihat origin saat troubleshooting produksi tanpa memahami risiko exposure. Jangan menganggap IP Cloudflare sebagai origin. Jangan mem-proxy hostname email atau service lain tanpa memastikan dukungan. Dokumentasikan status sebelum perubahan agar rollback jelas.

Checklist verifikasi

Pastikan record, target, proxy status, jawaban A/AAAA, response HTTPS, dan kebutuhan protocol konsisten. Jika melakukan perubahan pada lab, uji DNS serta HTTP/HTTPS sebelum dan sesudah lalu kembalikan konfigurasi sesuai desain.

Pelajaran

Proxied dan DNS only menentukan jalur traffic, bukan hanya cara nama domain di-resolve. Memahami jalur ini mencegah troubleshooting salah arah dan membantu menjaga origin tidak terekspos tanpa sengaja.

Referensi resmi

Cloudflare DNS — Proxy status ↗Cloudflare DNS — Proxy status use cases ↗Cloudflare Network — Network ports ↗
Lihat semua materi →