Bedakan IPv4, IPv6, dan alias hostname lalu ikuti rantai resolusi agar Anda tidak salah membaca record saat troubleshooting.
Dipublikasikan 8 September 2026
Tujuan latihan
Mengenali fungsi A, AAAA, dan CNAME, membaca status/TTL, serta mengikuti target alias sampai address record yang digunakan client.
Persiapan
Terminal dengan dig dan domain lab yang boleh diperiksa. Contoh record/output memakai namespace dokumentasi dan bukan hasil pengujian produksi.
Hostname→
A / AAAA / CNAME→
Alamat atau hostname target→
Client
Masalah
Satu hostname dapat memiliki address record sendiri atau menjadi alias ke hostname lain. Jika tipe record tidak dibedakan, engineer dapat mengejar IP yang salah, menganggap IPv6 sebagai error, atau berhenti pada CNAME tanpa memeriksa target akhirnya.
Persiapan
Gunakan domain lab milik sendiri. Contoh di artikel memakai .example serta alamat dokumentasi 192.0.2.0/24 dan 2001:db8::/32 sehingga tidak dimaksudkan sebagai alamat produksi yang benar-benar dapat diakses.
1. Periksa A record
A memetakan nama ke IPv4. Gunakan output lengkap untuk melihat status, TTL, dan SERVER. +short cocok untuk ringkasan setelah Anda memahami jawaban lengkap.
dig host-v4.lab.example A
dig host-v4.lab.example A +short
Contoh A (simulasi)
Contoh berikut hanya ilustrasi. Jika ada beberapa A record, client atau load balancer dapat memilih lebih dari satu alamat.
192.0.2.10
2. Periksa AAAA record
AAAA memetakan nama ke IPv6. Tidak adanya AAAA bukan otomatis error; service dapat memang hanya menggunakan IPv4. Sebaliknya, adanya AAAA berarti client yang mendukung IPv6 dapat mencoba jalur IPv6 sehingga masalah IPv6 dapat muncul walau IPv4 sehat.
Alamat berikut memakai prefix dokumentasi IPv6 dan bukan endpoint nyata.
2001:db8::10
3. Periksa CNAME
CNAME menjadikan satu nama sebagai alias ke nama kanonis lain. Target tersebut masih perlu di-resolve ke A/AAAA agar client memperoleh alamat. Catat TTL alias dan target karena keduanya dapat memiliki cache berbeda.
Tanda titik di akhir merupakan representasi fully qualified domain name. Itu bukan karakter tambahan yang harus selalu diketik pada browser.
host-v4.lab.example.
4. Ikuti target sampai address record
Setelah menemukan CNAME, query target untuk A dan AAAA. Jika alias benar tetapi target tidak memiliki address record atau gagal resolve, masalah berada setelah alias—bukan pada nama awal.
dig host-v4.lab.example A
dig host-v4.lab.example AAAA
5. Perhatikan layanan yang memodifikasi jawaban publik
Pada Cloudflare Proxied, query publik dapat mengembalikan alamat Cloudflare, bukan origin. CNAME flattening juga dapat membuat resolver melihat A/AAAA pada apex walaupun konfigurasi logis memakai target hostname. Karena itu, cocokkan jawaban DNS dengan desain platform sebelum menyimpulkan record salah.
Kesalahan umum
Jangan menganggap tidak ada AAAA berarti DNS rusak. Jangan berhenti setelah melihat CNAME tanpa mengecek target. Jangan menggunakan alamat dokumentasi sebagai alamat server nyata. Jangan menyamakan jawaban publik proxied dengan origin IP.
Checklist verifikasi
Untuk setiap hostname catat tipe record, status, ANSWER, TTL, SERVER, target CNAME bila ada, lalu A/AAAA dari target. Setelah DNS konsisten, lanjutkan ke konektivitas dan HTTPS karena resolusi nama saja belum membuktikan layanan sehat.
Pelajaran
A, AAAA, dan CNAME menjawab pertanyaan berbeda. Troubleshooting menjadi lebih akurat ketika Anda mengikuti alias sampai address record dan tetap memperhatikan proxy/CDN yang dapat mengubah apa yang terlihat oleh resolver publik.